Pelindo Tembilahan Gencarkan Himbauan dan Edukasi Bahaya ‘Blind Spot’ Zero Accident

Utama9 Dilihat

TEMBILAHAN, (Swarabuana.com) –  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Tembilahan berkomitmen untuk terus menggalakkan edukasi dan himbauan terkait keselamatan operasional secara masif.

Fokus utama kali ini adalah memperdalam pemahaman seluruh elemen pekerja mengenai zona bahaya atau blind spot pada alat berat yang beroperasi di area terminal pelabuhan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi proaktif mengingat karakteristik operasional pelabuhan yang melibatkan interaksi intens antara manusia dan mesin besar. Pelindo menilai bahwa pengetahuan teknis mengenai jarak pandang operator adalah kunci utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja (K3).

General Manager Pelindo Tembilahan, Riky Armadi menyatakan bahwa edukasi ini tidak akan berhenti pada sosialisasi satu arah, melainkan akan menjadi budaya kerja yang ditanamkan melalui pengawasan ketat dan himbauan rutin di setiap pergantian shift.

“Kami tidak akan pernah berhenti melakukan edukasi dan memberikan himbauan kepada seluruh insan pelabuhan. Konsistensi adalah kunci dalam K3. Dengan memahami di mana letak blind spot operator, setiap individu memiliki kendali penuh atas keselamatan dirinya sendiri dan rekan kerjanya. Mari kita ciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, karena ada keluarga yang menanti kita di rumah,” tegas Riky Armadi.

Dalam edukasi yang disampaikan secara rutin tersebut, Pelindo Tembilahan menekankan empat pilar keselamatan yang harus dipatuhi tanpa pengecualian:

1. Patuhi Jarak Aman: Selalu menjaga jarak minimal yang telah ditentukan dari alat berat yang sedang beroperasi.
2. Hindari Area Titik Buta: Memahami visualisasi zona rear, side, dan front yang tidak terlihat oleh operator.
3. Kepatuhan APD:Penggunaan helm, rompi reflektif, dan sepatu keselamatan sebagai standar proteksi diri wajib.
4. Komunikasi Aktif: Memaksimalkan penggunaan radio komunikasi dan mematuhi isyarat sirine sebagai tanda peringatan bahaya.

Melalui himbauan yang dilakukan secara terus-menerus ini, Pelindo Tembilahan berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan kerja bukan sekadar aturan tertulis, melainkan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan operasional yang prima dan perlindungan terhadap aset sumber daya manusia perusahaan.