INHIL, (Swarabuana.com) – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sinergi dengan pelaku usaha.
Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Customs Visit Customer (CVC) yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama dua raksasa industri pengolahan kelapa, yakni PT Pulau Sambu dan PT Riau Sakti United Plantations (RSUP).
Kegiatan yang berlangsung intensif ini bertujuan untuk memberikan asistensi, konsultasi, serta membangun komunikasi dua arah yang efektif antara regulator dan pengguna jasa.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, jajaran Bea Cukai meninjau langsung proses bisnis industri guna memastikan layanan kepabeanan yang diberikan tepat sasaran dan mampu memitigasi kendala operasional di lapangan.
Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah nyata untuk memastikan fasilitas negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh eksportir.
“Melalui CVC, kami hadir lebih dekat untuk mendengar langsung dinamika yang dihadapi pelaku industri. Kami ingin memastikan bahwa layanan Bea Cukai Tembilahan bersifat adaptif dan solutif dalam mendukung kelancaran arus barang ekspor, yang pada akhirnya akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Indragiri Hilir,” ujar Eko Budi Setiawan di sela-sela kegiatan.
Selain aspek operasional, poin utama dalam pertemuan ini adalah penegasan nilai-nilai integritas.
Bea Cukai Tembilahan memanfaatkan momentum CVC untuk melakukan sosialisasi anti-gratifikasi sebagai bagian dari pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Seluruh layanan yang diberikan dipastikan bebas dari biaya tambahan atau praktik pungutan liar.
“Kami menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas. Sinergi yang kuat hanya bisa dibangun di atas landasan integritas yang kokoh. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pengguna jasa untuk bersama-sama mewujudkan pelayanan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi,” tambah Eko.
Dalam sesi FGD, dibahas berbagai topik strategis mulai dari pemanfaatan fasilitas kepabeanan, pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi terbaru, hingga strategi peningkatan kinerja ekspor produk turunan kelapa yang menjadi komoditas unggulan daerah.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan tercipta iklim investasi dan usaha yang lebih kondusif. Bea Cukai Tembilahan berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha melalui asistensi berkelanjutan demi menjaga tren positif ekspor nasional di masa mendatang.









Komentar