TEMBILAHAN, (Swarabuana.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan aktivitas titik panas (hotspot) di wilayahnya. Berdasarkan pantauan data SIPONGI pada Kamis (12/3/2026) pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 51 titik hotspot tersebar di delapan kecamatan di Indragiri Hilir.
Lonjakan titik panas ini didominasi oleh wilayah Kecamatan Gaung dengan total 23 titik, disusul oleh Kecamatan Pelangiran sebanyak 13 titik. Sebaran lainnya mencakup Kecamatan Batang Tuaka (6 titik), Kempas (4 titik), Gaung Anak Serka (2 titik), serta Keritang, Tembilahan Hulu, dan Enok yang masing-masing terpantau memiliki 1 titik panas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, menyatakan bahwa tim reaksi cepat telah disiagakan untuk memantau situasi di lapangan secara intensif, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi.
“Kami mengonfirmasi bahwa per hari ini, Kamis pukul 14.00 WIB, terdeteksi 51 titik hotspot di Kabupaten Indragiri Hilir. Konsentrasi terbesar berada di Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung dengan 21 titik, serta Desa Tagagiri Tama Jaya di Kecamatan Pelangiran sebanyak 11 titik. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan titik-titik ini tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang luas,” ujar R. Arliansah dalam keterangan resminya, Kamis (12/3).
Berdasarkan data teknis, mayoritas hotspot tersebut berada pada tingkat kepercayaan (confidence level) menengah (Medium). Namun, satu titik di wilayah Gaung terdeteksi berada pada level rendah (Low). Koordinat titik panas ini telah dipetakan secara detail untuk mempermudah proses verifikasi lapangan (ground check) oleh tim gabungan.
Pihak BPBD mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha di sektor perkebunan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang mendukung terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Kami meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas jika melihat adanya api atau kepulan asap di wilayahnya. Kecepatan informasi sangat krusial agar pemadaman dini dapat segera dilakukan sebelum api tidak terkendali,” tambah R. Arliansah.
Hingga saat ini, BPBD Inhil bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan rutin melalui sistem satelit dan patroli di daerah-daerah yang terindikasi rawan.
