Perkuat Sinergi Operasional, Pelindo Tembilahan dan KSOP Kuala Enok Teken Berita Acara Rekonsiliasi Jasa Kapal

Daerah28 Dilihat

TEMBILAHAN, (Swarabuana.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Tembilahan resmi memperkuat kerja sama strategis dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kuala Enok. Sinergi ini ditandai dengan kunjungan resmi sekaligus penandatanganan Berita Acara Rekonsiliasi Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal yang berlangsung di Kantor Pelindo Tembilahan, Selasa (12/5).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya standarisasi dan sinkronisasi data pelayanan jasa kepelabuhanan guna memastikan operasional di wilayah perairan Tembilahan dan Kuala Enok berjalan lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

Rekonsiliasi ini menjadi krusial untuk menyelaraskan catatan administratif antara operator pelabuhan dan regulator.

General Manager Pelindo Regional 1 Tembilahan, Riky Armadi, melalui Janfryadi, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan publik di sektor maritim.

Pihaknya menegaskan bahwa koordinasi yang solid dengan KSOP adalah kunci utama dalam menjaga kelancaran arus logistik di daerah.

“Kunjungan dan penandatanganan berita acara ini adalah momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pelindo dan KSOP Kelas IV Kuala Enok. Melalui proses rekonsiliasi yang rutin dan transparan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal demi kenyamanan serta keamanan seluruh pengguna jasa,” ujar Janfryadi saat memberikan keterangan resminya.

Selain proses penandatanganan, pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi strategis mengenai optimalisasi sektor jasa kelautan.

Kedua instansi sepakat bahwa harmonisasi data tidak hanya terkait dengan aspek administratif, tetapi juga berdampak langsung pada efektivitas operasional kapal yang bersandar maupun yang melintas di wilayah kerja terkait.

Diharapkan dengan adanya rekonsiliasi yang berkelanjutan ini, kerja sama sektor jasa pemanduan dan penundaan kapal dapat semakin solid, meminimalisir kendala di lapangan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor kepelabuhanan yang lebih profesional.