INHIL, (Swarabuana.com) – Komunitas penggiat seni yang tergabung dalam Musisi Inhil bekerja sama dengan Simple Studio sukses menyelenggarakan acara bertajuk “Welcome to Ramadhan” sebagai momentum mempererat silaturahmi. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini dilaksanakan di Best Cafe, Jalan Soebrantas, Tembilahan, pada Senin (16/02/2026) malam.
Acara ini dihadiri oleh puluhan musisi dan penggiat seni dari berbagai genre di wilayah Tembilahan dan sekitarnya. Agenda utama diisi dengan doa bersama menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, dilanjutkan dengan sesi jamming (bermain musik bersama), serta diskusi santai mengenai perkembangan ekosistem seni lokal di Negeri Seribu Parit.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolsek Tembilahan Ipda Ripal Indrawata, yang hadir mewakili Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora. Dalam arahannya, Ipda Ripal memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para pemuda, namun ia juga memberikan penekanan tegas terkait situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Menghitung hari menuju bulan puasa, kami mengajak rekan-rekan musisi untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk. Yang paling utama, kami tegaskan agar komunitas seni tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba. Musisi harus menjadi garda terdepan dan contoh positif bagi generasi muda di Tembilahan,” tegas Ipda Ripal Indrawata.
Komitmen Jangka Panjang dan Wadah Kreativitas
Ketua Panitia Pelaksana, Eko Yusni Ardianto, S.STP., M.Si, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi murni dari para musisi Inhil yang didukung penuh oleh Simple Studio sebagai fasilitator sarana musik.
“Alhamdulillah, hari ini telah terlaksana ‘Welcome to Ramadhan’. Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal untuk rangkaian kegiatan positif jangka panjang. Kami berencana menggelar reuni akbar musisi dalam format Halal Bihalal pasca-Lebaran mendatang,” ujar Eko.
Selain itu, Musisi Inhil merancang program strategis untuk memfasilitasi kreativitas anak muda melalui panggung terbuka di area Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi.
“Insya Allah, kami akan coba menggelar pentas seni rutin di area CFD dengan menyediakan panggung dan alat musik lengkap. Siapapun anak muda maupun penggiat seni dipersilahkan tampil. Ini terbuka untuk umum sebagai upaya menyalurkan energi pemuda ke hal positif dan menjauhi aktivitas negatif,” tambahnya.
Melalui kolaborasi antara komunitas seni dan pihak kepolisian ini, Musisi Inhil berkomitmen untuk terus menghidupkan iklim kesenian yang inklusif, progresif, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.










Komentar