(Swarabuana.com) – Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bergerak cepat melakukan langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan sebagai pilar ekonomi daerah. Langkah ini ditandai dengan kehadiran delegasi Distan Inhil dalam Rapat Sinkronisasi Kegiatan Sektor Perkebunan Tahun 2026 & 2027 bersama Dinas Perkebunan Provinsi Riau di Pekanbaru, Senin (09/02).
Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan provinsi guna menciptakan ekosistem perkebunan yang lebih tangguh, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut, Distan Inhil memaparkan empat fokus utama yang akan menjadi tulang punggung pembangunan perkebunan dalam dua tahun ke depan:
- Akselerasi Peremajaan Kelapa: Mengingat banyaknya tanaman kelapa yang sudah tidak produktif (tua), pemerintah merencanakan peremajaan seluas 3.200 hektare (Tahap I) dan 7.500 hektare (Tahap II). Langkah ini krusial untuk menjaga posisi Inhil sebagai lumbung kelapa nasional.
- Diversifikasi Komoditas: Tidak hanya bergantung pada kelapa, Distan Inhil mulai mendorong optimalisasi potensi komoditas lain seperti sagu, pinang, dan kopi untuk meningkatkan pendapatan petani dan variasi produk unggulan daerah.
- Penguatan Infrastruktur Lahan: Mempertimbangkan kondisi geografis Inhil, penguatan tanggul mekanik menjadi prioritas utama untuk melindungi lahan perkebunan masyarakat dari ancaman intrusi air laut dan luapan pasang surut.
- Legalitas dan Kualitas Benih: Peningkatan pengawasan Izin Usaha Perkebunan (IUP) serta optimalisasi seed garden di Batang Tuaka dilakukan guna menjamin ketersediaan benih unggul bagi para petani lokal.
Adapun Distan Inhil menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi adalah kunci agar setiap program yang direncanakan dapat menjawab tantangan nyata yang dihadapi petani di lapangan.
“Sinergi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah nyata untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indragiri Hilir,” ujarnya.
Melalui sinkronisasi ini, diharapkan sektor perkebunan Indragiri Hilir pada tahun 2026 dan 2027 tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas melalui integrasi teknologi dan manajemen lahan yang lebih baik.










Komentar