Hari Terakhir Arus Balik Lebaran: Penumpang Meningkat, Kapal Sabuk Nusantara Jadi Pilihan Utama Pemudik

Daerah39 Dilihat

INHIL, (Swarabuana.com) – Aktivitas arus balik pasca Lebaran 1447 H di Pelabuhan Tembilahan mencapai puncaknya pada Senin (30/3). Berdasarkan data di lapangan, tercatat adanya peningkatan volume penumpang sebesar 7 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan seluruh rangkaian kegiatan dipastikan berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Momen hari terakhir pemantauan arus balik ini ditandai dengan operasional Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 110 Voyage 6 yang melayani rute Tembilahan – Guntung – Kijang.

Proses mobilisasi penumpang terpantau padat namun tetap teratur, mencerminkan efektivitas sistem digitalisasi tiket yang diterapkan guna menjamin keselamatan pelayaran.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan, Feriland Saragih, menyatakan bahwa meskipun terjadi lonjakan jumlah pemudik, standar keamanan tetap menjadi prioritas utama.

Seluruh kuota keberangkatan untuk kapasitas 340 penumpang pada hari ini telah habis terjual melalui mekanisme pembelian daring (online).

“Kami bersyukur pada H+8 ini semua dalam kondisi baik dan aman. Peningkatan 7 persen ini terkelola dengan baik karena sistem penjualan tiket sudah sepenuhnya online. Jika kuota 340 penumpang sudah terpenuhi di sistem, maka penjualan otomatis dihentikan demi menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan di atas kapal,” ujar Feriland Saragih saat meninjau langsung proses embarkasi di dermaga.

Pihaknya menambahkan, bagi masyarakat yang belum mendapatkan kuota pada kapal perintis tersebut, pihaknya memastikan bahwa koordinasi antar-moda transportasi terus dilakukan agar mobilisasi warga tidak terhambat.

“kami berupaya seluruh penumpang dapat terangkut dengan baik ke tujuan selanjutnya. Sebagai alternatif, armada speedboat masih tersedia untuk keberangkatan. KM Sabuk Nusantara ini pun tetap konsisten melayani angkutan logistik sembako serta kendaraan roda dua berkapasitas kecil milik warga,” imbuhnya.

Kehadiran kapal tol laut ini menjadi solusi transportasi yang sangat dinantikan masyarakat karena efisiensi biayanya yang signifikan.

Salah seorang calon penumpang tujuan Kijang, Anis, mengaku sangat terbantu dengan tarif kapal perintis tersebut, terutama bagi dirinya yang baru sempat pulang kampung setelah sepuluh tahun.

“Sangat ekonomis bagi kami sekeluarga dibandingkan moda transportasi lain. Jika biasanya bisa menghabiskan biaya di atas 600 ribu rupiah per orang, dengan kapal ini kami tidak sampai mengeluarkan 50 ribu rupiah per orang nya, Selisih harganya sangat jauh, sehingga kami bisa kembali ke perantauan dengan hemat,” ungkap Anis.

Dengan berakhirnya periode puncak arus balik Lebaran 1447 H, KSOP Kelas IV Tembilahan memastikan pengawasan rutin terhadap kelaiklautan armada dan fasilitas pelabuhan akan terus ditingkatkan demi menjaga kualitas pelayanan serta keselamatan bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut di wilayah perairan Indragiri Hilir.

Komentar