Pemaparan dan Diskusi Hasil Penilaian Persyaratan Penanggulangan Pencemaran PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tembilahan

Daerah24 Dilihat

(Swarabuana.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan menghadiri agenda krusial mengenai pemaparan dan diskusi hasil penilaian persyaratan penanggulangan pencemaran di PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tembilahan pada Selasa (24/2).

Pertemuan strategis ini diselenggarakan sebagai langkah evaluasi menyeluruh untuk memastikan seluruh prosedur operasional distribusi energi di wilayah Indragiri Hilir selaras dengan perlindungan ekosistem laut.

Acara yang dipimpin oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pelayanan melalui Kasubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air ini menjadi wadah sinergi antar-instansi pusat.

Fokus utama penilaian meliputi kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia dalam menghadapi risiko tumpahan minyak dan pencemaran industri di perairan.

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Tembilahan, Feriland Saragih menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi maritim sebagai fondasi operasional pelabuhan yang berkelanjutan.

“Penilaian ini bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan komitmen nyata kita dalam menjaga kedaulatan lingkungan laut. Kami memastikan bahwa setiap potensi risiko pencemaran di Fuel Terminal Tembilahan telah terpetakan dan memiliki prosedur penanggulangan yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional,” tegasnya di sela-sela diskusi.

Diskusi tingkat tinggi tersebut melibatkan evaluasi komprehensif dari Direktorat Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut serta Bagian Hukum dan Kerjasama Setditjen Perhubungan Laut.

Selain itu, aspek kelestarian lingkungan mendapat perhatian khusus melalui kehadiran perwakilan Direktorat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Fuel Terminal Manager Tembilahan PT Pertamina Patra Niaga bersama Direktur PT OSCT Indonesia turut memaparkan kesiapan teknis tim respons cepat di lapangan. Keterlibatan tenaga ahli dari PT OSCT Indonesia memberikan keyakinan bahwa penanganan tumpahan minyak di lokasi tersebut didukung oleh metodologi terkini.

Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan standar keamanan maritim yang lebih tangguh guna melindungi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dari dampak kerusakan lingkungan.