INHIL, (Swarabuana.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan bahwa Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir masih tetap diberlakukan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan tinggi meskipun pantauan sensor satelit menunjukkan nihil titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Inhil per Kamis (02/04/2026).
Keputusan mempertahankan status siaga ini dilakukan setelah tim di lapangan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang sempat terjadi di beberapa titik krusial, yakni Desa Bekawan di Kecamatan Mandah, Desa Teluk Nibung di Kecamatan Pulau Burung, serta Desa Pasir Emas di Kecamatan Batang Tuaka.
Saat ini, personel BPBD Inhil dilaporkan masih terus bersiaga penuh di Posko BPBD untuk mengantisipasi potensi api susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansyah, S.Si., ME, menjelaskan bahwa ketiadaan hotspot hari ini merupakan hasil dari upaya pemadaman intensif, namun tidak serta-merta menurunkan level kewaspadaan daerah.
“Untuk hari ini hotspot terpantau nihil, namun Status Inhil saat ini Siaga Darurat Karhutla belum sampai Tanggap Darurat. Sampai saat ini operasional TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD masih tersedia dan berjalan dengan baik. Namun, apabila terjadi perluasan Karhutla dalam skala besar dan berlangsung dalam waktu lama, tentu akan membutuhkan dukungan tambahan,” ujar R. Arliansyah dalam keterangannya, Kamis (02/04).
Berdasarkan data kumulatif yang dihimpun melalui sistem SIPONGI, total titik panas di Kabupaten Indragiri Hilir sepanjang tahun 2026 telah mencapai 539 titik.
Sebaran tertinggi tercatat pada bulan Maret dengan 299 titik, di mana Kecamatan Gaung menjadi wilayah paling terdampak dengan total 194 titik panas sejak awal tahun.
Menyikapi kondisi cuaca yang dinamis dan fluktuatif, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui BPBD mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dengan alasan apa pun.
Hal ini ditekankan guna meminimalisir risiko bencana asap dan kerusakan ekosistem yang lebih luas di wilayah Indragiri Hilir.
Hingga saat ini, BPBD Inhil terus memantau pergerakan titik panas secara *real-time* dan memastikan seluruh sarana serta prasarana pemadaman dalam kondisi siap operasional.










Komentar