INDRAGIRI HILIR, (Swarabuana.com) – Kepolisian Sektor (Polsek) Pelangiran resmi memulai konsistensi penggunaan atribut adat Melayu dalam kedinasan. Kapolsek Pelangiran, IPTU Iwan Saputra, memimpin langsung apel pagi yang menandai dimulainya penggunaan Tanjak bagi Polisi Laki-laki (Polki) dan Selempang bagi Polisi Wanita (Polwan) setiap hari Jumat, bertempat di Mapolsek Pelangiran, Jumat (27/2/2026).
Langkah ini merupakan implementasi nyata setelah sebelumnya dilakukan launching resmi di tingkat Polres Indragiri Hilir. Penggunaan atribut ini merupakan bagian dari pendekatan berbasis budaya (cultural approach) untuk menciptakan pelayanan kepolisian yang lebih humanis dan berakar pada kearifan lokal.
Simbol Integritas dan Tanggung Jawab Moral
Dalam arahannya, Kapolsek Pelangiran IPTU Iwan Saputra menegaskan bahwa penggunaan Tanjak dan Selempang bukan sekadar perubahan estetika pada seragam Polri.
“Setiap hari Jumat, seluruh personel Polsek Pelangiran akan mengenakan Tanjak dan Selempang. Ini adalah simbol marwah, kehormatan, dan amanah. Kami ingin menunjukkan bahwa anggota Polri di wilayah Pelangiran memiliki tanggung jawab, tanggung jawab konstitusional sebagai penegak hukum dan tanggung jawab kultural sebagai bagian dari masyarakat Melayu,” ujar IPTU Iwan Saputra.
Memperkuat Pelayanan Publik yang Humanis
Penggunaan atribut ini diharapkan dapat memperpendek jarak psikologis antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Melayu seperti kesantunan, kejujuran, dan ketegasan karakter personel diharapkan mampu memberikan rasa aman yang lebih sejuk bagi warga.
“Tanjak mencerminkan kewibawaan dan keberanian, sementara Selempang bagi Polwan melambangkan kehormatan dan peran strategis dalam mengayomi. Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam setiap tindakan di lapangan,” tambahnya.
Kegiatan apel pagi berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh jajaran personel Polsek Pelangiran. Momentum ini juga menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk tetap profesional sebagai Bhayangkara yang berintegritas, terlebih dalam menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H yang segera tiba.
Dengan dimulainya tradisi mingguan ini, Polsek Pelangiran optimis dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat (public trust) melalui penghormatan terhadap adat istiadat setempat demi terwujudnya Kamtibmas yang kondusif di Provinsi Riau.










Komentar