Lonjakan Arus Balik Mudik Pasca Lebaran Capai 50 Persen, KM Sabuk Nusantara 110 Tetap Terlayani Sesuai Prosedur

Nasional33 Dilihat

TEMBILAHAN, (Swarabuana) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan mencatat lonjakan signifikan arus penumpang pada keberangkatan KM Sabuk Nusantara Voyage 110.

Volume penumpang terpantau mengalami kenaikan hingga 50 persen dibandingkan hari biasa, yang menyebabkan seluruh kuota tiket kapal perintis tersebut habis terjual.

Kepala KSOP Kelas IV Tembilahan, Feriland Saragih, mengonfirmasi bahwa armada KM Sabuk Nusantara Voyage 110 diberangkatkan dengan kapasitas maksimal yakni 340 penumpang. Pembatasan ini dilakukan secara ketat guna menjamin standar keselamatan pelayaran bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut.

“Peningkatan sekitar 50 persen yang kita berangkatkan melalui KM Sabuk Nusantara Voyage 110 ini terpantau full. Demi keselamatan, sebanyak 340 penumpang yang sudah terisi penuh kami berangkatkan sesuai ketentuan, karena memang kapasitas keselamatan hanya bisa menampung jumlah tersebut,” ujar Feriland Saragih dalam keterangannya, Senin (30/3).

Kehadiran kapal tol laut ini menjadi solusi transportasi yang sangat dinantikan masyarakat karena efisiensi biayanya yang signifikan.

Salah seorang calon penumpang tujuan Kijang, Anis, mengaku sangat terbantu dengan tarif kapal perintis tersebut, terutama bagi dirinya yang baru sempat pulang kampung setelah sepuluh tahun.

“Sangat ekonomis bagi kami sekeluarga dibandingkan moda transportasi laut lain. Jika biasanya bisa menghabiskan biaya di atas 600 ribu rupiah per orang, dengan kapal ini kami tidak sampai mengeluarkan 50 ribu rupiah per orangnya. Selisih harganya sangat jauh, sehingga kami bisa kembali ke perantauan dengan hemat,” ungkap Anis.

Pihak KSOP turut menyampaikan permohonan maaf kepada calon penumpang yang belum berhasil mendapatkan tiket pada jadwal keberangkatan kali ini. Sebagai solusi alternatif, masyarakat diarahkan untuk menggunakan armada speedboat yang tersedia di pelabuhan untuk keberangkatan hari berikutnya.

“Kami memohon maaf sekali lagi kepada masyarakat yang tidak kebagian tiket. Namun, bagi penumpang yang belum terangkut bisa memakai alternatif kapal kapal speedboat kita yang ada di pelabuhan ini. Tiketnya masih bisa dibeli untuk keberangkatan besok. Hasil monitor kami menunjukkan slot untuk kapal-kapal speedboat masih tersedia,” jelas Feriland.

Lebih lanjut, Feriland menjelaskan bahwa sistem pertiketan saat ini telah sepenuhnya mengikuti ketentuan operator berbasis daring (online).

Transformasi digital ini diterapkan untuk meningkatkan kecepatan pelayanan, kenyamanan, serta meminimalisir praktik percaloan di lingkungan pelabuhan.

“Sistem tiket sudah sesuai ketentuan dan operator berbasis online. Prinsipnya siapa cepat dia dapat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi calo, serta demi menjaga kecepatan dan kenyamanan penumpang itu sendiri,” pungkasnya.

Pihak otoritas pelabuhan memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap dinamika arus penumpang. Jika terjadi lonjakan yang lebih masif di hari-hari mendatang, KSOP akan mempertimbangkan langkah-langkah situasional untuk memastikan seluruh masyarakat tetap terlayani dengan aman dan efisien.

Komentar