KSOP Tembilahan dan PT Sumatera Riang Lestari Teken Perjanjian Penggunaan Perairan

Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat legalitas dan efisiensi operasional Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di wilayah kerja Tembilahan.

Utama22 Dilihat

TEMBILAHAN, (Swarabuana.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan secara resmi melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penggunaan Perairan dengan PT Sumatera Riang Lestari (SRL).

Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat legalitas dan efisiensi operasional Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di wilayah kerja Tembilahan.

Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor KSOP Kelas IV Tembilahan, Bapak Feriland Saragih, S.Si.T., beserta jajaran manajemen PT Sumatera Riang Lestari.

Kepala KSOP Kelas IV Tembilahan, Feriland Saragih, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam memastikan setiap aktivitas pemanfaatan garis pantai dan perairan oleh sektor swasta memiliki payung hukum yang jelas.

“Penandatanganan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah penting untuk memastikan operasional TUKS PT Sumatera Riang Lestari berjalan sesuai dengan regulasi keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim yang berlaku,” ujar Feriland dalam keterangannya usai seremoni penandatanganan.

PT Sumatera Riang Lestari, yang mengoperasikan TUKS di Blok VI, merupakan entitas penting dalam rantai pasok logistik di kawasan Tembilahan. Dengan adanya perjanjian penggunaan perairan ini, diharapkan proses bongkar muat dan distribusi komoditas dapat berjalan lebih optimal, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kerja sama ini, KSOP Tembilahan terus mendorong seluruh pelaku usaha di sektor perairan untuk patuh terhadap aturan penggunaan ruang perairan dan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), demi pembangunan infrastruktur transportasi laut yang berkelanjutan.

Komentar