Cegah Karhutla, Polsek Tembilahan Hulu Intensifkan Patroli dan Pantau Hotspot via Dashboard Lancang Kuning

TEMBILAHAN HULU, (Swarabuana.com) – Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kepolisian Sektor (Polsek) Tembilahan Hulu meningkatkan intensitas patroli lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat. (9/4)

Selain pengawasan fisik, petugas juga mengoptimalkan verifikasi titik panas (hotspot) melalui integrasi teknologi DashboardAplikasi Lancang Kuning Nusantara.

Kapolres Indragiri Hilir melalui Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP Anra Nosa, menyatakan bahwa langkah preventif ini merupakan prioritas utama untuk menjaga stabilitas lingkungan dan kesehatan masyarakat dari ancaman kabut asap. Petugas secara langsung mendatangi area rawan dan berdialog dengan warga untuk memberikan edukasi mengenai bahaya serta konsekuensi hukum membakar lahan.

“Kami tidak hanya melakukan patroli fisik di titik-titik rawan, tetapi juga diperkuat dengan pemantauan real-time melalui Aplikasi Lancang Kuning Nusantara. Jika terdeteksi adanya titik panas di wilayah hukum kami, personel akan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan tindakan pemadaman dini jika ditemukan api,” ujar AKP Anra Nosa dalam keterangannya, Kamis (9/4).

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Tembilahan Hulu membentangkan spanduk larangan membakar hutan dan lahan yang mencantumkan sanksi pidana sesuai undang-undang yang berlaku.

AKP Anra Nosa menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat adalah kunci utama dalam pencegahan Karhutla di tingkat tapak.

“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat memasuki musim kemarau. Kerja sama antara Polri dan warga sangat dibutuhkan untuk memastikan wilayah Tembilahan Hulu tetap bersih dari titik api dan kabut asap,” tegasnya.

Kegiatan patroli dan himbauan ini dilakukan secara berkelanjutan di berbagai desa dan kelurahan. Melalui pendekatan persuasif dan pemanfaatan teknologi digital, Polsek Tembilahan Hulu berkomitmen meminimalisir risiko kebakaran lahan yang dapat merugikan ekosistem dan ekonomi daerah secara luas.

Komentar