INHIL, (Swarabuana.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (14/4)
Langkah antisipatif ini diperkuat melalui partisipasi aktif dalam Video Conference (Vicon) bersama jajaran Polri dan instansi terkait guna menghadapi potensi fenomena iklim ekstrem El Nino “Godzilla”.
Kegiatan yang berlangsung di markas Polres Inhil pada Selasa (14/4) ini dipimpin langsung oleh Wakapolri dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Polres Inhil, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) KPH Mandah.
Fokus utama pertemuan ini adalah sinkronisasi strategi pencegahan karhutla yang diprediksi meningkat drastis akibat cuaca panas ekstrem.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, menyatakan bahwa fenomena El Nino “Godzilla” menuntut kesiapsiagaan yang tidak biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, koordinasi lintas sektoral adalah kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana di wilayah Inhil yang memiliki kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya preventif secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama Polres Inhil dan instansi terkait lainnya, kami memastikan seluruh personel dan sarana prasarana siap siaga demi menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat dari ancaman bencana karhutla,” ujar R. Arliansah dalam keterangannya usai kegiatan tersebut.
Pertemuan ini menghasilkan sejumlah poin strategis, di antaranya penguatan pemantauan titik panas (hotspot), optimalisasi patroli terpadu, hingga edukasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Langkah-langkah ini diambil sebagai respons cepat atas potensi kekeringan panjang yang dibawa oleh fenomena El Nino tahun ini.
Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hilir dapat ditekan serendah mungkin, sehingga stabilitas lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan iklim global.
