INHIL, (Swarabuana.com) – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Tembilahan secara resmi mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Nipah (NiV).
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya perhatian global terhadap kemunculan kembali virus zoonosis yang memiliki tingkat fatalitas kasus (CFR) cukup tinggi.
Kepala BKK Kelas II Tembilahan, dr. R. Melda Indri Purnama, M.M., menegaskan bahwa edukasi dini merupakan kunci utama dalam mencegah masuk dan menyebarnya virus ini di tengah masyarakat.
“Virus Nipah adalah ancaman serius yang perlu kita hadapi bersama. BKK Tembilahan hadir untuk melindungi dan mendampingi masyarakat melalui edukasi, pemantauan, serta pelayanan kesehatan yang responsif,” ujarnya.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah (Pteropodidae). Selain itu, penularan antarmanusia dapat terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh penderita yang terinfeksi.
Berdasarkan data medis, Virus Nipah termasuk dalam genus Henipavirus dengan tingkat kematian yang sangat mengkhawatirkan, yakni berkisar antara 40% hingga 75%.
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin maupun pengobatan khusus untuk mengatasi infeksi ini, sehingga langkah pencegahan menjadi satu-satunya garda terdepan.
Masyarakat diminta untuk mengenali gejala awal infeksi yang sering kali menyerupai flu, di antaranya:
- Demam tinggi dan sakit kepala hebat.
- Nyeri otot dan sakit tenggorokan.
- Mual dan muntah.
- Pada kondisi berat, pasien dapat mengalami penurunan kesadaran (disorientasi) hingga peradangan otak (ensefalitis) yang berisiko fatal.
Sebagai bentuk mitigasi, dr. Melda mengimbau warga untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat melalui langkah-langkah berikut:
- Higiene Personal: Rutin mencuci tangan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
- Keamanan Konsumsi: Menghindari konsumsi nira/aren langsung dari pohon, serta mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dimakan.
- Hindari Kontaminasi: Membuang buah yang memiliki tanda gigitan kelelawar dan memastikan daging ternak dimasak hingga matang sempurna.
- Proteksi Peternak: Menggunakan jaring pada kandang hewan dan bagi petugas pemotong hewan wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala mencurigakan. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (hoaks),” tambahnya.
BKK Kelas II Tembilahan berkomitmen untuk terus memantau pintu masuk wilayah dan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan maksimal demi menjaga ketahanan kesehatan masyarakat.










Komentar